SELAMAT DATANG DI BLOG SERBA FAKTA

Trend Teraneh Pria Jepang Suka Pakai Bra


Trend Pria Jepang Pakai Bra
Setelah dikejutkan dengan munculnya tren memakai celana dalam di wajah, kini Jepang menyebarkan "virus" baru berupa tren pria memakai bra. Hal ini terungkap setelah rocketnews24 menelusurinya ke beberapa situs forum di Jepang.

Salah satu situs online shopping Jepang, Rakuten, bahkan menyediakan enam halaman yang berisi model bra yang dirancang khusus untuk pria. Untuk memastikan temuan aneh ini, reporter rocketnews24 berusaha untuk mengumpulkan bukti mengapa semakin banyak pria yang memakai bra.

Selama penelitian berlangsung, reporter tersebut menemukan bahwa kecenderungan ini tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi juga seluruh dunia. Faktanya, ia berhasil menemukan berbagai situs yang digunakan oleh para pria pemakai bra untuk berbagi perasaan dan pengalaman mereka.

Ketika ditanya mengapa beberapa pria suka mengenakan bra, seorang anggota situs dari Inggris menjelaskan, "Saya merasa lega dan terlindungi," yang juga menjadi alasan umum bagi para pria yang memakai bra. Lainnya menjawab bahwa bra dapat menyangga punggungnya dan itu terasa melegakan.

Sebagaimana dilansir rocketnews24, beberapa netizen Jepang mengaku bahwa feminisasi sedang terjadi pada pria-pria di negeri matahari terbit itu. Namun, sisanya mengatakan bahwa pria pemakai bra hanyalah sekumpulan homoseksual. Sumber: merdeka.com

2 Metode Penetapan Awal Puasa Yang Selalu Berbeda

Pedoman Hisab Muhammadiyah
 
Hisab berasal dari kata Arab Al-Hisab atau dalam arti harfiahnya perhitungan atau pemeriksaan, tapi secara general atau umum kata Hisab diartikan sebagai perhitungan saja. Organisasi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam Yang sangat berpengaruh di Indonesia, terbukti dengan banyaknya pengikut orrganisasi ini yang tersebar diseluruh Nusantara (Republik Indonesia). Organisasi Muhammadiyah yang merupakan organisasi Yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta, mempunyai Metode dalam menentukan 1 ramadhan dan 1 syawah (idul Fitri), metode ini dinamakan metode Hisab atau metode perhitungan yang mengambil dasar dari Al-Qur’an dan Hadis shahih serta mememecahkan atau mengimplementasikan Ayat Qur’an dan hadis Nabi dengan ijma Ulama atau perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Dalam menentukan 1 ramadhan dan 1 Syawal, dalam lingkungan organisasi muhammadiyah dilakukan metode hisab atau perhitungan dengan berpedoman pada tiga kriteria. kriteria tersebut adalah:
  1. Telah terjadi Konjungsi atau Ijtimak;
  2. Konjungsi itu terjadi sebelum matahari terbenam;
  3. Pada saat terbenamnya matahari, piringan atas bulan berada diatas upuk (bulan baru telah ada/wujud).
Ketiga kriteria diatas mesti atau wajib terpenuhi semua, kalau salah satu point diatas tidak terpenuhi, maka bulan baru belum dimulai.
Pedoman Rukyat

Rukyat dapat terbagi atas beberapa macam yaitu:
ü   Bil Qalbi. Pergantian bulan terjadi hanya dengan meyakini dalam hati bahwa saat itu sudah terjadi hilal. Tidak perlu menengok ke langit atau menghitung di atas kertas, yang penting percaya. Sebagian menyebut ru’yat ini sebagai melihat dengan mata batin.

ü   Bil Fi’li. Kelompok terakhir menafsirkan hadits secara harfiah, bahwa hilal harus dilihat dengan mata secara langsung. Ini pun masih menimbulkan tanda tanya, apakah harus dengan mata telanjang? Sebagian berpendapat bahwa hilal harus dilihat dengan mata langsung dan tidak boleh menggunakan alat yang memantulkan cahaya. Sedangkan sebagian yang lain memperbolehkan.

ü   Bil Ilmi. Mereka yang setuju dengan ru’yat ini menggunakan ilmu sebagai alat untuk melihat hilal. Tidak peduli apakah langit sedang mendung atau badai sekalipun, selama perhitungan di atas kertas mengatakan sudah terjadi hilal (bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam), pergantian bulan tetap terjadi. ( sumber: http://www.masbied.com/2009/12/24/pengertian-hisab-dan-rukyat/ )

Metode Penetapan 1 ramadhan dan 1 syawal

Kesimpulan dari kedua Metode
Cara kedua yaitu Istikmal, yaitu dengan cara menyempurnakan bulan Sya’ban dari 29 hari menjadi 30 hari, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Berpuasalah karena melihatnya (hilal) da berbukalah karena melihatnya, dan jika mendung maka genapkanlah hitungan bulan menjadi tiga puluh hari” (HR Bukhari dan Muslim)

Cara ketiga yiatu Hisab, yaitu sebuah metode perhitungan kedudukan hilal yang dilakukan dengan bantuan ilmu falak atau astronomi, guna menentukan awal bulan Qamariah, seperti untuk menentukan awal puasa. - See more at: http://www.islamnyamuslim.com/2013/07/tata-cara-menetapkan-awal-bulan-ramadhan.html#sthash.jnPCaccY.dpuf
Dalam menetapkan awal bulan atau hari pertama dimulainya puasa Ramadhan ditetapkan dengan tiga cara, antara lain:

Pertama, Ru’yatul hilal, yaitu pengamatan jarak jauh terhadap hilal saat matahari terbenam pada tanggal 29 bulan Qamariah dengan mata telanjang atau dengan alat, seperti teropong atau teleskop.

Jika hilal pada saat itu dapat dilihat, berarti mulai saat itu juga waktu awal bulan baru sudah dimulai. Sebaliknya, jika hilal belum nampak, berarti hari itu masih berada pada tanggal 30 bulan Qamariah. Dalam hadis riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah saw bersabda,

“Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, begitu pula jangan berbuka (Idul Fitri) sampai melihatnya, dan jika kalian tertutup mendung maka perkirakanlah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Cara kedua yaitu Istikmal, yaitu dengan cara menyempurnakan bulan Sya’ban dari 29 hari menjadi 30 hari, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Berpuasalah karena melihatnya (hilal) da berbukalah karena melihatnya, dan jika mendung maka genapkanlah hitungan bulan menjadi tiga puluh hari” (HR Bukhari dan Muslim)

Cara ketiga yiatu Hisab, yaitu sebuah metode perhitungan kedudukan hilal yang dilakukan dengan bantuan ilmu falak atau astronomi, guna menentukan awal bulan Qamariah, seperti untuk menentukan awal puasa.

Dikutip dari berbagai sumber

Negara Dengan Waktu Puasa Lebih Dari 20 jam


Waktu Puasa Terlama
Umat Islam di negara-negara Teluk menghadapi bulan puasa terberat dalam tahun ini lantaran Ramadan datang di tengah cuaca musim panas yang terik. Belum lagi pada tahun ini puasa harus dijalankan dengan waktu lebih dari 15 jam saban harinya di pekan pertama bulan suci Ramadan.

Situs emirates247.com melaporkan, Rabu (10/7), kaum muslim hidup di wilayah itu sebetulnya sudah tahu akan hal ini. Namun, kebanyakan dari mereka mungkin tidak tahu waktu puasa di negara mereka belum apa-apa dibandingkan dengan jam puasa bagi warga muslim tinggal di negara-negara belahan utara Eropa, seperti Swedia, Denmark, dan Finlandia, di mana mereka bisa melaksanakan puasa lebih dari 20 jam.
Tetapi periode seperti ini rata-rata berada di bagian selatan negara itu, di wilayah ibu kota, dan daerah sekitarnya.

Namun, untuk bagian utara Swedia dan Islandia misalnya, maka Anda tidak akan merasakan gelap di sebagian besar bulan Juni, dan ini artinya matahari bisa bersinar saban harinya selama 24 jam saat Ramadan di tahun 2015 mendatang.

"Islam sangat jelas mengenai puasa. Dikatakan bahwa kaum muslim harus menahan diri dari makanan dan minuman dari sebelum fajar sampai matahari terbenam. Namun tetap ada pengecualian, seperti halnya agama kita yang selalu fleksibel," kata Ulama asal Abu Dhabi, Syekh Abdul Basit Dirawi.

"Sebagai contoh, ketika seorang muslim sedang berpuasa dan dia dalam perjalanan dengan pesawat ke daerah yang jauh ke tempat di mana matahari terus bersinar dan tidak terbenam, maka dalam kasus itu dia harus membuat estimasi yang logis. Di daerah, di mana matahari tidak pernah terbenam, dia hanya harus mengikuti pola kota terdekat yang mendapat gelap atau meminta nasihat dari para ulama terdekat jika mungkin," lanjut dia.

Namun, di ujung lain planet ini, kaum muslim seperti di Argentina dapat menikmati puasa terpendek, dengan rata-rata hanya sekitar sembilan jam saban harinya. Ini berarti muslim tinggal di Argentina menjalankan puasa setengah hari jika dibandingkan dengan kaum muslim di Swedia.

Sementara untuk di Australia, di mana banyak komunitas muslim menetap, waktu puasa sedikit lebih lama jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Amerika Selatan, dengan rata-rata sekitar sepuluh jam di sepanjang Ramadan, dan bertepatan dengan musim dingin di benua itu.

Sumber: merdeka.com

Sejarah Dibalik Lagu Nina Bobo Konon Mengerikan

Sejarah Mengerikan Dibalik Lagu Nina Bobo - Siapa yang tidak tahu dengan lagu Nina Bobo ? lagu yang biasanya dinyanyikan seorang ibu kepada anaknya sebagai pengantar tidur. Ternyata di balik lagu Nina Bobo ini tersimpan cerita yang mengerikan. Judul lagu lagu 'Nina Bobo' ini anak perempuan blasteran Indonesia-Belanda yg lahir di tahun 1871. Nama lengkapnya Hele nina Mustika Van Rodjnik. Ibunya orang Jawa, sehari-hari kerja sbg penari. Bapaknya Belanda, namanya Kapten Van Rodjnik Kabarnya sejak si Helenina masih bayi, dia selalu susah tidur.

Sejarah Lagu Nina Bobo
Setiap mau tidur selalu berontak dan nangis-nangis karena susah tidurnya si Helenina tadi, ibunya selalu nyanyiin senandung kecil buat mancing Nina tidur, lama kelamaan Helenina jadi terbiasa harus dinyanyiin dulu sebelum dia tidur. Setiap malem kalau nggak dinyanyiin dia nggak bisa tidur Karena kebiasaan ini, Kapten Van Rodjnik minta sama istrinya untuk sekalian ngebuat lirik penenang, supaya Helenina dan Van Rodjnik bisa ngerti karna di rumah mereka banyak nyamuk, dibuatlah lirik Nina Bobo kayak yg sekarang sering kita denger Di tahun 1875, Helenina sakit parah, demam tinggi.

Gara-gara sakit itu, dia nangis setiap malam Sakitnya Helenina berkepanjangan. si ibu tiap malam terus-terusan nyanyiin Nina Bobo supaya si Nina bisa tidur. Sampai akhirnya di tahun 1878 Helenina meninggal, waktu itu umurnya masih 6 tahun. Keluarga Van Rodjnik sedih, ibunya engga bisa nerima kematian Helenina Seminggu setelah kematian Helenina, Kapten Van Rodjnik ngedapetin istrinya nyanyiin lagu Nina Bobo di kamar mandi. Suaranya menggema, Setelah ditanya Kapten, istrinya bilang kalau dia ngedenger Helenina nangis di situ. Jadi dia inisiatif buat nyanyiin Nina Bobo.Setelah kejadian itu, karena sedih dan ngerasa kehilangan, ibu Helenina masih suka nyanyiin lagu Nina Bobo selama bertahun-tahun. 

Sampai akhirnya Ibu Helenina (yg namanya Mustika) meninggal di tahun 1929 Setelah kematian Ibu Mustika dan Helenina, Kapten Van Rodjnik tinggal sendirian di rumah tadi. Katanya ada beberapa kejadian yang menimpa si Kapten Pernah beberapa kali Kapten Van Rodjnik ngedenger suara bayi nangis, tapi dia nggak perduli dan langsung tidur. Akhirnya bbrp kali juga dia kebawa mimpi tentang anak kecil nangis. Mungkin si Helenina tadi. Sampai puncaknya di suatu malem, Kapten ngedenger suara anak kecil nangis lagi. Tapi dia nggak perduli dan langsung tidur.

Akhirnya pas tengah malem si Kapten dibangunkan oleh tangan anak kecil umur 6 tahun yangnangis-nangis. Mungkin itu si Helenina. Katanya si anak ngebangun sambil ngomong. Yang kira-kira bunyinya, "Papa.. Kok papa nggak nyanyiin buat Nina?" Setelah malam itu, pikiran Kapten jadi keganggu. Akhirnya dia selalu nyanyiin lagu itu sendirian di kamarnya tiap malam, sampai dia meninggal.

Konon katanya ketika anda menyanyikan lagu ini untuk pengantar tidur anak – anak anda yang masih bayi, tepat ketika anda meninggalkan kamar tempat anak anda tertidur. Nina akan datang ke kamar anak anda dan membuat anak anda tetap terlelap hingga keesokan paginya

Referensi:
http://dhioblogs.mywapblog.com/fakta-mengerika-lagu-nina-bobo.xhtml

Inilah Manfaat Kerokan Untuk Pengobatan

Kerokan memang telah menjadi salah satu teknik pengobatan tradisional yang sudah sejak lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia selama beratus-ratus tahun lalu. Kerokan dipercaya mampu memulihkan kondisi tubuh yang lesu akibat angin berlebih di dalam tubuh. Namun tidak sedikit juga yang meragukan khasiat dari kerokan.

Kerokan sendiri adalah teknik pengobatan dengan menggunakan koin atau bawang merah. Metodenya dengan cara mengerok berulang-ulang dengan pola horizontal pada bagian tubuh pasien yang menderita masuk angin. Kerokan biasanya dilakukan di leher, lengan, dada dan punggung.

Biasanya, untuk melancarkan kerokan di tubuh, digunakan minyak sayur yang dicampur dengan minyak angin atau balsam guna menghangatkan tubuh. Jika pasien tidak sanggup dikerok menggunakan koin, bisa juga kerokan dilakukan menggunakan bawang merah. Ini biasanya digunakan untuk pasien yang masih belia.
Kerokan diyakini bisa meningkatkan aliran darah di permukaan kulit dan membantu melepas ‘angin jahat’ yang mengendap di tubuh. Semakin merah bagian tubuh yang dikerok dipercaya semakin banyak endapan angin yang berhasil dikeluarkan. Sedangkan jika tidak ada tanda merah, berarti pasien tidak mengalami masuk angin.

Dan teknik kerokan tidak hanya dikenal di Indonesia saja, melainkan di sejumlah negara asia lainnya. Masyarakat Vietnam sejak lama menerapkan teknik pengobatan ini. Mereka biasanya menyebut pengobatan kerokan dengan istilah Cao Giodi. Sementara di Cina, teknik pengobatan kerokan dinamakan Gua Sua. Kerokan dengan meggunakan batu giok.
Manfaat Kerokan

Namun seperti apa pandangan ilmu medis terhadap metode kerokan?

Dalam ilmu medis, kerokan diketahui metode yang bisa membuka atau melebarkan pembuluh darah kulit (vasaditilasi) dan membuat darah mengalir kembali setelah sebelumnya sempat menguncup (vasokontiksi) akibat terpapar dingin, angin malam atau kurang gerak. Dan jejak warna merah yang tercipta disebabkan pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukan kulit pecah.

Pasien yang pernah beberapa kali menjalani kerokan, biasanya akan kecanduan dengan teknik pengobatan ini. Hal ini bukan tanpa alasan, karena saat dilakukan kerokan, tubuh pasien mengeluarkan hormon endorfin yang bisa mengurangi nyeri otot yang menjadi salah satu gejala masuk angin.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Ahli Kedokteran Olahraga, dr. Michael Triangto, Sp. KO percaya teknik kerokan memang berkhasiat untuk menyembuhkan demam atau istilah masyarakat tradisional Indonesia, ‘tidak enak badan’. “Kerokan pada dasarnya adalah menipiskan kulit. Tindakan ini membuat panas tubuh mudah keluar. Sehingga suhu tubuh yang semula demam menjadi turun,” ujarnya.

“Saat kerokan pun ada faktor penekanan seperti pemijatan. Hal ini akan memberi efek pemanjangan pada otot-otot yang memendek karena peradangan. Dengan begitu rasa pegal-pegal pun akan hilang,” tambahnya.
Tapi tidak semua dokter meyakini khasiat kerokan. Dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono menilai kerokan tidak dikenal oleh dunia pengobatan barat. “Di negara-negara barat, kerokan sama sekali tidak dikenal,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.

Dengan berbagai pendapat dan fakta yang kami sajikan, silahkan anda memilih, apakah percaya dengan khasiat kerokan atau tidak.

Sumber: neomistri.com